Atas Nama Lomba!

11/20/09

Atas Nama Lomba!


Saya risih mengamati perkembangan dunia desain akhir-akhir ini. Semoga tulisan ini bisa membuat orang lebih selektif.

Seperti halnya produk makanan, desain grafis menjamur bak parasit di negeri ini. Mulai dari sekolah yang membuka jurusan desain komunikasi visual/desain grafis makin bertambah hingga agency dan jasa advertising di kota2 besar yang merekah. Tak heran industri ini makin berkembang subur dan menjadi profesi yang menggiurkan.

Fenomena ini juga di lirik oleh perusahaan dan berbagai pihak untuk memanfaatkan jasa desainer. Sebagai contoh adalah maraknya lomba-lomba desain logo, maskot, animasi, dll. Sekilas tampak mendukung perkembangan industri, namun kalo kita amati lebih detail dan teliti, bisa jadi beberapa diantaranya adalah asas manfaat. Kenapa? MAri kita simak dan kaji lebh dalam lagi.

Portofolio
Para mahasiswa dan penggemar desain serta desainer bermunculan di mana-mana. Ada yang sudah lama bermain dibidang ini sejak booming antara tahun 2000-sekarang, ada juga pemain baru yang masih cupu. Para pemain cupu inilah yang sering tidak memperhatikan motivasi di balik lomba. Salah satunya karena mereka masih sangat butuh portofolio demi meningkatkan nilai jual/self branding.

Hadiah yang sangat fantastis (kelihatannya) juga menjadi alasan orang tergiur untuk mengikuti lomba ini. Terlebih jika ada hadiah favoritnya. Seakan menjadi rayuan maut para desainer/calon desainer ini. Bahkan beberapa diantaranya mengaku tidak peduli dengan hadiah, ngikut saja.

Tipuan Cerdas
Rata-rata lomba mengharuskan pesertana mendaftar dengan uang administrasi/registrasi antara 20-100 ribu. Ini sah-sah saja. Coba kita kaji lagi seperti dengan pertimbangan uang hasil pendaftaran tersebut di kalikan kjumlah peserta yang minimal tercatat antara 50-100 orang bahkan ribuan. Berapa dana yang disilkan panitia/instansi tersebut? Wow...tentu lebih besar dari jumlah hadiah. Plus mereka mendapatkan hak penuh untuk mempublikasikan karya yang masuk dengan syarat di depan. TEntu saja menurut saya ini adalah bentuk baru penipuan. :(

Tentu anda tidak merasa dirugikan secara finansial. Toh hanya 50 ribuan keluar dari kocek. Akan tetapi coba anda nilai IDE anda! Ide yang anda gali dari perenungan, pemikiran, bertapa, dsb. Semurah itukah? Jangan salahkan panitia/lembaga tersebut jika ide-ide yang telah terkumpul tersebut tiba-tiba keluar sebagai produk baru. Mau menuntut? how? Pengalaman saya, dan sedikit asusmsi bahwa, beberapa oknum memanfaatkan peserta untuk menca(cu)ri ide dari lomba tersebut. Ini termasuk murah-meriah daripada harus memesan di agency yang nilainya jutaan/ratusan juta untuk sebuah desain.

Ssolusi?
...bersambung

solusi:
Selektif
Hitungan yg cermat
Baca Rules




0 komentar :